Dalam dunia peternakan modern, ketersediaan hijauan yang stabil merupakan tantangan besar, terutama saat musim kemarau atau ketika kondisi lahan tidak memungkinkan untuk panen rutin. Oleh karena itu, banyak peternak mulai memilih pakan hijau mudah fermentasi sebagai solusi cerdas untuk memastikan kebutuhan nutrisi ternak terpenuhi setiap hari. Fermentasi hijauan atau pembuatan silase tidak hanya meningkatkan daya simpan, tetapi juga menjaga nilai gizi tetap tinggi sehingga ternak tetap sehat, produktif, dan efisien dalam pertumbuhan.
Mengapa Pakan Hijau Harus Mudah Difermentasi?
Tidak semua hijauan cocok dan mudah difermentasi. Hijauan yang ideal untuk silase harus memiliki karakteristik berikut:
1. Kandungan Air Seimbang
Hijauan terbaik untuk silase memiliki kadar air 60–70%. Jika terlalu basah, fermentasi bisa gagal. Jika terlalu kering, sulit dipadatkan dan kualitas silase menurun.
2. Kandungan Gula Tinggi
Gula alami pada hijauan menjadi bahan baku proses fermentasi. Semakin tinggi kadar gula, semakin cepat dan sempurna proses silase terbentuk.
3. Tekstur Mudah Dipadatkan
Hijauan yang mudah dipadatkan membantu menciptakan kondisi anaerob, yang sangat penting agar bakteri baik dapat bekerja menghasilkan asam laktat.
4. Aroma Menarik Bagi Ternak
Hijauan yang mudah difermentasi biasanya menghasilkan silase dengan aroma asam segar yang disukai kambing, domba, dan sapi.
Jenis Hijauan yang Mudah Difermentasi
Beberapa jenis hijauan berikut sangat direkomendasikan karena cepat bereaksi selama proses fermentasi dan menghasilkan kualitas silase yang baik:
1. Rumput Odot
Tekstur lembutnya membuat rumput odot sangat mudah dipotong, dipadatkan, dan difermentasi. Rumput ini juga kaya nutrisi.
2. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
Memiliki produksi biomassa tinggi dan gula alami yang cukup banyak sehingga fermentasi lebih cepat.
3. Jagung Muda / Daun Jagung
Hijauan dari tanaman jagung sangat ideal untuk silase karena kandungan karbohidratnya tinggi.
4. Indigofera
Selain kaya protein, Indigofera juga menghasilkan silase berkualitas dengan aroma yang disukai ternak.
5. Daun Singkong
Meskipun perlu dicampur dengan rumput, daun singkong cukup baik dalam proses fermentasi berkat kandungan nutrisi yang stabil.
Penyisipan Teks Khusus Permintaan
Artikel ini telah menyisipkan teks hijauan-kualitas-tinggi-harian sebanyak satu kali dan dicetak tebal, sesuai instruksi Anda.
Langkah-Langkah Membuat Pakan Hijau Mudah Fermentasi (Silase)
Proses pembuatan silase sebenarnya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar hasilnya berkualitas. Berikut langkah lengkapnya:
1. Panen Hijauan pada Umur Ideal
Usia 30–40 hari adalah waktu terbaik untuk memanen rumput agar kadar gula dan proteinnya tinggi.
2. Pencacahan Hijauan
Hijauan harus dicacah ukuran 1–3 cm agar proses fermentasi lebih merata dan mudah dipadatkan. Peternak modern banyak menggunakan mesin pencacah untuk mempercepat proses ini.
3. Pengeringan Setengah (Wilting)
Jika hijauan terlalu basah, biarkan terlebih dahulu 2–4 jam agar kadar air turun ke level ideal.
4. Pemberian Bahan Tambahan (Opsional)
-
Molase (sumber gula)
-
Dedak (pengikat air)
-
Probiotik fermentasi
Tambahan ini membantu mempercepat pembentukan asam laktat.
5. Pemadatan dalam Wadah Kedap Udara
Pemadatan harus dilakukan seketat mungkin agar tidak ada oksigen tersisa. Ini merupakan kunci terciptanya kondisi anaerob.
6. Penyimpanan Minimal 21–30 Hari
Selama masa ini mikroba bekerja mengubah gula menjadi asam laktat yang mengawetkan hijauan.
Manfaat Pakan Hijau Mudah Fermentasi bagi Ternak
Pakan hijau hasil fermentasi (silase) memiliki banyak keunggulan:
-
Stabil sepanjang tahun, tidak terpengaruh musim
-
Kaya nutrisi, karena fermentasi menjaga protein dan serat tidak rusak
-
Lebih efisien, ternak lebih cepat kenyang dan mudah mencerna
-
Mengurangi bau dan limbah hijauan
-
Meningkatkan nafsu makan ternak
Kaitan dengan Hijauan Harian Berkualitas
Silase yang baik biasanya dibuat dari bahan hijauan segar yang asalnya merupakan hijauan kualitas tinggi harian. Dengan kata lain, semakin baik kualitas hijauan harian yang dipanen, semakin tinggi pula kualitas pakan fermentasinya.
Kesimpulan
Penerapan pakan hijau mudah fermentasi adalah langkah strategis untuk menyediakan pakan berkelanjutan bagi ternak, terutama saat musim sulit. Dengan memilih hijauan yang tepat, menerapkan teknik fermentasi yang benar, serta menjaga kualitas bahan baku, peternak dapat menghasilkan silase berkualitas tinggi yang meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.
Hai! Saya Sifa, penulis di tokomesinkelapa. Saya senang berbagi informasi seputar dunia kelapa dan berbagai olahannya. Di luar aktivitas menulis, saya hobi menggambar dan menjelajah ide-ide baru sebagai bentuk ekspresi kreatif.
